Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahaya Ujub: Penyakit Hati yang Menghancurkan Amal dan Menggoyahkan Keikhlasan


Ujub adalah penyakit yang sering tidak disadari. Ia datang halus, merayap ke dalam hati ketika seseorang mulai mengagumi dirinya sendiri, merasa bahwa amal, ibadah, atau prestasi yang ia lakukan murni hasil kemampuan pribadinya, bukan karunia Allah.

Jika riya’ adalah beramal untuk dilihat manusia, maka ujub adalah mengagumi diri sendiri, merasa istimewa, dan menganggap amalnya sebagai pencapaian pribadi yang membanggakan.

Para ulama menyebut ujub sebagai pembuka pintu kehancuran amal, bahkan lebih berat dari riya’, karena riya’ butuh manusia lain, sementara ujub bisa muncul ketika seseorang sendirian sekalipun.

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas masalah ujub


 
A. Makna Ujub: Apa Itu Penyakit Ini?

Secara bahasa, ujub (العُجْب) berarti takjub terhadap diri sendiri. Secara istilah menurut ulama:
  • Definisi Ibnul Qayyim (Madarij As-Salikin):
«هُوَ اسْتِعْظَامُ الْعَبْدِ عَمَلَهُ وَرُؤْيَتُهُ لِنَفْسِهِ وَمَنْزِلَتِهِ»

Artinya : “Ujub adalah membesar-besarkan amal, memandang diri hebat, dan merasa memiliki kedudukan tinggi.”
  • Definisi Imam Al-Ghazali (Ihya’ Ulumiddin):
«العُجْبُ هُوَ اسْتِكْثَارُ الْعِبَادَةِ وَاسْتِصْغَارُ الذُّنُوبِ»

Artinya: “Ujub ialah menganggap amal ibadah banyak dan memandang remeh dosa.”

Dalam pandangan ulama, ujub adalah langkah awal menuju: kesombongan, merasa paling benar, meremehkan manusia, dan jauh dari tawadhu’.

B. Dalil Al-Qur’an Tentang Bahaya Ujub

 1. Larangan merasa diri bersih dari dosa

﴿ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى ﴾ 
Terjemah:
“Maka janganlah kalian memuji-muji diri kalian. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.” (An-Najm: 32)

Ayat ini adalah tamparan lembut bagi siapa pun yang merasa dirinya hebat.

2. Iblis menjadi kafir karena ujub

Dalam surah Al-A’raf 12:
﴿ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ﴾
Artinya:  “Iblis berkata: Aku lebih baik darinya (Adam).”

Kesombongan Iblis berawal dari ujub terhadap dirinya.

C. Hadis-Hadis Tentang Bahaya Ujub 

1. Hadis tentang tiga golongan yang binasa

Rasulullah ﷺ bersabda:
«ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ»
Artinya: Tiga perkara yang membinasakan: kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub seseorang terhadap dirinya. (HR. Al-Bazzar)

2. Ujub adalah sebab hilangnya pahala 
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْهُ: الْعُجْبُ»
Artinya: “Seandainya kalian tidak berdosa, aku khawatir atas kalian sesuatu yang lebih besar dari itu: UJUB.” (HR. Al-Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan bahwa ujub lebih berbahaya daripada dosa itu sendiri, karena orang berdosa akan bertaubat, sedangkan orang ujub merasa tidak perlu taubat.


D. Pendapat Ulama Salaf Tentang Bahaya Ujub

1. Imam Ibnul Mubarak
Dalam Az-Zuhd, beliau berkata:
«رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ»
Artinya: “Amal kecil bisa menjadi besar karena niat, dan amal besar bisa menjadi kecil karena niat.”

        2. Imam Al-Fudhayl bin Iyadh

Beliau berkata:
«تَرْكُ الْعَمَلِ خَوْفًا مِنَ النَّاسِ رِيَاءٌ، وَالْعَمَلُ لِأَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ، وَالْإِخْلَاصُ أَنْ يَعْصِمَكَ اللَّهُ مِنْهُمَا»

Artinya: “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’, beramal karena manusia adalah syirik, dan ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”

Ujub adalah lawan dari ikhlas.

         3. Imam Ahmad

Di dalam Tarikh Baghdad:
«عَلَيْكَ بِإِخْفَاءِ الْأَعْمَالِ، فَإِنَّهَا أَقْرَبُ إِلَى السَّلَامَةِ مِنَ الْعُجْبِ»

Artinya: “Hendaklah engkau menyembunyikan amal-amalmu, sebab itu lebih selamat dari ujub.”

        4. Ibnul Qayyim (Madarij As-Salikin)

Beliau berkata:
«مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ الْهَلَاكِ: الْعُجْبُ، فَإِنَّهُ يُفْسِدُ الْعَمَلَ وَيَمْنَعُ التَّوْفِيقَ»
Artinya:  “Salah satu sebab kehancuran yang paling besar adalah ujub; ia merusak amal dan menghalangi taufik Allah.”


E. Bentuk-Bentuk Ujub yang Sering Tidak Disadari

     1. Ujub dalam ibadah

Sifat ujub bisa menyerang seseorang walaupun dia sedang ibadah sendirian di dalam ruangan, Merasa shalatnya khusyuk, merasa paling rajin dan paling taat dari orang lain.

      2. Ujub dalam ilmu

Merasa paling mengetahui, paling banyak hafal, suka meremehkan orang lain, dan sulit menerima nasihat.

        3. Ujub dalam amal sosial

Merasa menjadi penyelamat umat, merasa kontribusinya paling besar.

        4. Ujub dalam akhlak

Merasa paling sabar, paling tawadhu’, paling menjaga adab.

        5. Ujub karena keturunan, status, atau kekayaan

Merasa lebih tinggi karena asal-usul atau harta.




F. Kisah Salaf Tentang Ujub

1. Kisah Imam Yahya bin Mu’adz

Ketika seorang murid memuji ibadahnya, beliau berkata:
«وَيْحَكَ! أَتُفْسِدُ عَلَيَّ عِبَادَتِي؟»
Artinya:  “Celaka engkau! Apakah engkau hendak merusak ibadahku?”Beliau takut pujian manusia mengotori hatinya.

        2. Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Ketika dipuji, beliau berkata:
«اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ»

Ini doa terbaik menghadapi pujian—sekaligus penangkal ujub.

G. Dampak Ujub Terhadap Amal dan Kehidupan

    1. Menghapus pahala amal

Ulama mengatakan: amal yang tercampur ujub seperti bangunan tanpa fondasi.

    2. Mengundang murka Allah

Karena ujub adalah bentuk congkak batin.
    
    3. Melemahkan keikhlasan

Seseorang bisa beramal hanya demi kebanggaan pribadi, bukan Allah.

    4. Menutup pintu hidayah dan taufik

Allah tidak memberi taufik kepada hati yang mengagumi diri sendiri.
    
    5. Mendatangkan kehinaan

Allah meninggikan orang tawadhu’ dan merendahkan orang ujub.

H. Cara Mengobati Ujub Menurut Para Ulama

      1. Menyadari bahwa semua kebaikan adalah karunia Allah    

        Ibnul Qayyim:
«مَنْ أُعْجِبَ بِنَفْسِهِ سَلَبَهُ اللَّهُ الْإِخْلَاصَ»
Artinya: “Siapa yang ujub kepada dirinya, Allah cabut keikhlasannya.”

       2. Memperbanyak doa

Doa Nabi ﷺ:
«اللَّهُمَّ لَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ»
Artinya: “Ya Allah, jangan Engkau biarkan aku bergantung pada diriku walau sekejap mata.”

        3. Melihat kekurangan diri sendiri

Ulama mengatakan: 
“Siapa yang melihat dosanya besar, ia tidak sempat kagum terhadap amalnya.”

        4. Menyembunyikan amal sunnah

Karena ujub tumbuh dari komentar dan pujian manusia.

         5. Banyak membaca kisah ulama salaf

Supaya kita tahu diri dan menyadari betapa kecilnya amal kita dibanding mereka.

Semoga Allah memberikan kita penjagaan dari sifat ujub, dan memberikan kita kekuatan untuk selalu beribadah dengan ikhlas kepada-Nya. Amiin

والله أعلم بالصواب

Posting Komentar untuk "Bahaya Ujub: Penyakit Hati yang Menghancurkan Amal dan Menggoyahkan Keikhlasan"