Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adab Berdoa yang Mustajab: Rukun, Sebab, dan Waktu Dikabulkannya Doa Menurut Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Ulama Salaf

Doa adalah bentuk ibadah yang paling menampakkan kelemahan seorang hamba dan keagungan Rabb-nya. Dengan doa, seorang mukmin menyatakan ketergantungannya hanya kepada Allah ﷻ, mengeluhkan kesulitannya, dan memohon segala kebaikan dunia serta akhirat.

Para ulama menjelaskan bahwa doa bukan sekadar ucapan, melainkan ibadah yang mempunyai adab dan syarat agar ia berbuah.

Sebagaimana disebut dalam Al-Adzkār karya Imam An-Nawawi رحمه الله (hal. 334):
“Doa itu memiliki rukun-rukun, sayap-sayap, sebab-sebab, dan waktu-waktu tertentu.
Jika ia sesuai rukunnya, maka ia menjadi kuat. Jika sesuai sayapnya, ia terangkat ke langit. Jika tepat waktunya, ia beruntung. Jika terpenuhi sebabnya, ia berhasil (dikabulkan).”

Perkataan ini menunjukkan bahwa diterimanya doa bukan semata-mata keberuntungan, tetapi bagian dari sunnatullah yang memiliki sebab-sebab yang jelas.

Agar doa di kabulkan

A. RUKUN-RUKUN DOA (Agar Doa Menjadi Kuat)
  • Hadirnya Hati
Doa menuntut kehadiran hati, bukan sekadar ucapan lisan. 
Rasulullah ﷺ bersabda:
اُدْعُوا اللّٰهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
Artinya:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan bermain-main.”
(HR. Tirmidzi)

Allah ﷻ berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

Imam Al-Ghazali رحمه الله berkata dalam Ihya’ Ulumiddin:
“Doa tanpa hati yang hadir hanyalah lisan yang bergerak, bukan ibadah yang hidup.”
  • Hati yang Lembut dan Tunduk
Allah ﷻ berfirman:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
Artinya:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah?”
(QS. Al-Hadid: 16)

Ibn Qayyim رحمه الله berkata dalam Al-Fawāid:
“Hati yang keras adalah penghalang terbesarnya cahaya hidayah.”

Doa yang terlahir dari hati yang lembut lebih dekat kepada dikabulkan.

  • Khusyuk
Rasulullah ﷺ bersabda:
اعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
Artinya:
“Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
(HR. Tirmidzi no. 3479)

Imam Nawawi رحمه الله berkata:
“Khusyuk adalah ruh doa, dan tanpa ruh ia hanyalah jasad kosong.”
  • Ikhlas dan Bergantung kepada Allah Semata
Allah ﷻ berfirman:
 فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Artinya:
“Berdoalah kepada Allah dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.”
(QS. Ghafir: 14)

Ibn Qayyim رحمه الله berkata dalam Madarijus Salikin:
“Jika hati bersandar kepada selain Allah, maka doa akan lemah walaupun lafaznya kuat.”

B. SAYAP DOA: KEJUJURAN

Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.”
(QS. At-Taubah: 119)

Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Satu doa dari hati yang jujur lebih baik daripada banyak amal tanpa ikhlas.”

C. WAKTU MUSTAJAB: SEPERTIGA MALAM TERAKHIR

Rasulullah ﷺ bersabda:
 يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ…

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan.”
(HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758)


D. SEBAB-SEBAB TERKABULNYA DOA

1. Memulai dengan Pujian kepada Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:
 فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ ثُمَّ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ
Artinya: 
“Hendaklah ia memulai doa dengan memuji Rabb-nya.”
(HR. Abu Dawud no. 1481)

2. Bershalawat kepada Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
 كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ
Artinya:
“Setiap doa tertahan sampai bershalawat kepada Nabi.”
(HR. Thabrani)

Imam Syafi’i رحمه الله berkata:
“Aku menyukai doa yang diawali shalawat dan ditutup shalawat.”


PENUTUP

Jika ingin doa naik ke langit: 

  •  Hadirkan hati
  • Lembutkan jiwa
  •  Ikhlaskan niat
  •  Puji Allah
  •  Bershalawat
  •  Bergantung total kepada Allah
Allah ﷻ berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya:
“Rabb kalian berfirman: Berdoalah kepada-Ku, Aku kabulkan.”
(QS. Ghafir: 60)

Posting Komentar untuk "Adab Berdoa yang Mustajab: Rukun, Sebab, dan Waktu Dikabulkannya Doa Menurut Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Ulama Salaf"