Rouhah: Mengapa Manusia Masuk Neraka ? Padahal di dunia Allah sendiri yang merawat Manusia
Rouhah Sore Bersama KH. Abdurrouf Sirojuddin, 29 November 2025
Pembacaan Kitab :
Mukhtasor Tafsir Bagawi: Akhina M. Ilham (Riau)
Fawaidul Mukhtaroh :Akhina Mustofa (Banjar)
Muznussakinah Wassukun : Akhina Ahmad Fadil (Banjar)
1. Kitab Tafsir Mukhtasor Bagawi Surah Al-Baqarah Ayat 66
Di azabnya kaum bani israil menjadi kera karena maksiat yang telah lampau yang mereka kerjakan dan maksiat yang saat itu mereka kerjakan, dan diazabnya mereka sebagai bahan renungan bagi orang yang bertaqwa yakni agar mereka tidak melakukan seperti apa yang mereka lakukan.
Karena Orang yang berakal, orang yang dengan akalnya bisa mencari keselamatan. Adapun orang yang jahil adalah orang yang mencari suatu kehinaan dan membuat dia celaka.
ما عصى الله كريم ولا أثر الدنيا على الآخرة حكيم
Artinya:
orang yang mulia tidak akan bermaksiat kepada Allah dan orang yang bijak tidak akan mengutamakan dunia atas akhirat
Maka orang yang memudaratkan dirinya di akhirat dengan bermaksiat di dunia berarti dia bukan orang yang kariim (mulia), justru dia menghina dirinya sendiri
Ayat al-Qur'an itu ada 3 tujuan:
Maka orang yang memudaratkan dirinya di akhirat dengan bermaksiat di dunia berarti dia bukan orang yang kariim (mulia), justru dia menghina dirinya sendiri
Ayat al-Qur'an itu ada 3 tujuan:
- Ada yang menimbulkan rasa Khouf
- Yang menimbulkan sifat Raja'
- Menimbulkan sifat mahabbah (pada ayat yang kebesaran Allah contohnya)
- Dikatakan bahwa Nabi Musa berkata kepada Allah SWT: Yaa Allah, engkau telah menciptakan manusia dan engkau telah memelihara mereka dengan rizki darimu, lalu engkau menjadikan mereka besok di hari kiamat. Lalu Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa: wahia musa tanamlah sebuah tanaman, lalu nabi musa menanamnya, lalu beliau memanennya, dan memilah hasil panennya, lalu Allah berfirman kepada nabi musa: wahai musa apa yang engkau perbuat pada tanaman mu. lalu nabi musa menjawab : aku mengambilnya, Lalu Allah bertanya: apakah ada yang kamu tinggalkan ? Maka nabi musa menjawab: aku meninggalkan hasil panen yang tidak baik. Lalu Allah berfirman: wahai musa, demikian pula ketika aku memasukkan seseorang ke neraka karena tidak ada kebaikan padanya
- Habib Muhsin bin Alawi mengatakan:
من فاته الكتاب لا يفوته المحراب ومن فاته المحراب لا تفوته الآداب
Artinya:
Barangsiapa yang luput darinya suatu ilmu, maka jangan luput darinya mihrob (ibadah), dan barang siapa yang luput darinya mihrob maka jangan luput darinya adab
Kalam habib musin ini adalah Anjuran bagi kita agar bisa berusaha menjadi orang yang berilmu, akan tetapi jika tidak ampu jadi orang berilmu maka usahakan menjadi orang yang rajib ibadah dan barang siapa tidak kesampaian menjadi orang ahli ibadah maka berusaha sekuat tenaga agar menjadi orang beradab
- Barang siapa yang merendah pada orang kaya karena kayanya maka telah jilang sepertiga agamanya
Pada urusan yang wajib, seperti shalat, puasa dan kewajiban yang lain maka kerjakan dengan baik, karena Allah memberikan kita kemampuan untuk mengerjakannya... Akan tetapi pada urusan yang lain kita di perintahkan untuk menyerahkan sepenuhnya pada Allah dan bertawakkal kepada-Nya agar hidup tenang. Seperti urusan rizki, tugas kita hanya ikhtiar dan hasilnya Alah yang tentukan. Pada masalah belajar tugas kita ikhtiar dan hasilnya Allah yang tentukan.
Maka pasrahkan segala hal-hal yang belum pasti agar hidup santai dan tanpa beban, semoga Allah memebrikan kita Rizki berupa tawakkal sepenuhnya kepada-Nya
Selengkapnya silahkan video nya, semoga bermanfaat.
والله أعلم بالصواب
Posting Komentar untuk "Rouhah: Mengapa Manusia Masuk Neraka ? Padahal di dunia Allah sendiri yang merawat Manusia"