Anjuran Mencari Ilmu sebelum menjadi Pemimpin
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa mencari ilmu agama itu sangatlah penting karena berkaitan dengan kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba Allah, disamping itu menuntut ilmu agama juga memiliki keutamaan yang sangat banyak dan besar, sehingga disini kita akan sedikit melihat anjuran dari Rasulullah SAW dan para ulama untuk giat mencari ilmu
1. Sabda Nabi Muhammad SAW
Artinya:
Nabi Muhammad SAW bersabda: Jadilah engkau orang yang berilmu atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mendengar ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan jangan jadi yang keliam maka kamu akan celaka
Dari hadits ini Rasulullah sangat menganjurkan kita agar berkecimpung di sekitaran ilmu, maka Rasulullah SAW menganjurkan kita agar jadi orang berilmu dulu, dan jika tidak bisa maka jadi orang yang belajar ilmu, jika pun tidak bisa fokus belajar ilmu karena kesibukan mungkin maka jadilah orang yang mau mendengarkan ilmu, dan jika tidak menjadi pendengar pula maka seminimal-minimalnya kita jadi orang yang cinta akan ilmu. Dan jangan jadi yang kelima maka akan celaka, siapa itu yang kelima itu adalah orang yang tidak ada dalam 4 kategori yang sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda:
جَالِسُوا العُلَمَاءَ وَزَاحِمُوهُمْ بِرُكَبِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُحْيِي القُلُوبَ المَيِّتَةَ بِنُورِ الحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِي الأَرْضَ بِوَابِلِ السَّمَاءِ
Artinya:
Duduklah dengan para ulama dan dekati mereka dengn lutut-lutut kalian. Karena sesungguhnya Allah SWT menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah mengihidupkan bumi yang tandus dengan hujan dari langit.
Maka cahaya hikmah yang di maksud di dalam hadits tersebut akan kita dapatkan di majelis ilmu, majelisnya para ulama. Disana kita akan mendapatkan cahaya yang bisa menuntun kita menuju keselamatan di dunia dan akhirat. Semoga kita di mudahkan oleh Allah SWT agar bisa mendapatkan cahaya hikmah tersebut
2. Perkataan Sahabat Umar bin Khattab
تفقَّهوا قبل أنْ تُسَوَّدُوْا
Artinya:
Belajarlah.. Sebelum kalian memimpin
Imam nawawi menjelaskan maksud dari maqolah tersebut bahwa, bersungguh-sungguhlah dalam belajar sehingga kamu menjadi orang yang alim sebelum kalian menjadi pemimpin, karena jika kalian sudah menjadi pemimpin maka kalian akan di ikuti dan kalian akan terhalang untuk bisa belajar lagi karena tingginya kedudukan mu dan kesibukan mu
3. Perkataan Imam Syafi'i
Sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat umar, Imam Syafi'i juga mengatakan hal yang hampir sama maknanya:
تفقَّهْ قبل أن ترأسَ، فإذا رَأَسْتَ فلا سبيلَ إلى التفقُّه
Artinya:
Belajarlah sebelum kalian memimpin,karena apabila kalian sudah memimpin maka tidak ada jalan untuk belajar lagi
Berkaitan dengan anjuran menuntut ilmu, ada banyak perkataan imam syafi'i yang bisa kita temukan tentang hal demikian, diantaranya:
وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيمُ وَقْتَ شَبَابِهِ # فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ
Artinya:
barang siapa yang tidak mau merasakan pedihnya menuntut ilmu sesaat, maka dia akan merasakan pedihnya kebodohan sepanjang hidupnya. Dan barang siapa yang tidak mau belajar di waktu mudanya maka bertakbirlah atasnya empat kali, karena haqiqatnya dia sudah meninggal
Perkataan imam syafi'i ini kita bisa ambil ibroh bahwa pentingnya belajar terutama di waktu muda, dan para pemuda yang tidak mau merasakan letihnya belajar, capeknya menuntut ilmu maka imam syafi'i mengatakan bertakbir atasnya empat kali atas wafatnya pemuda tersebut, ini merupakan isyarat bahwa hidup pemuda itu di pandang bernilai jika di masa mudanya dia gunakan waktu sebaik mungkin untuk mendapatkan ilmu dan belajar ilmu. Dalam maqolahnya yang lain, imam Syafi'i mengatakan:
وَإِنْ كَبِيرُ القَوْمِ لَا عِلْمَ عِنْدَهُ # صَغِيرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الجَحَافِلُ
وَإِنْ صَغِيرُ القَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا # كَبِيرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ المَحَافِلُ
Artinya:
Belajarlah karena tidak ada orang yang dilahirkan tiba-tiba menjadi alim, sungguh orang yang punya ilmu tidak sama dengan orang yang tidak punya ilmu. Sesungguhnya orang besar di suatu kaum jika dia tidak memiliki ilmu, hakikatnya dia adalah kecil jika dia dikerumuni oleh pasukan yang besar. Dan sesungguhnya orang yang dianggap kecil di suatu kaum jika dia memiliki ilmu, maka dia adalah orang besar jika di diberikan atasnya suatu majelis ilmu.
4. Perkataan Habib Abdullah Al-Haddad
Al-Habib Abdullah Al-Haddad pernah di datangi oleh seseorang yang mengadu akan kesempitan rizqinya maka imam haddad mengatakan pada orang tersebut:
احملْ كتابك و اطلبِ العلمَ
Artinya: Ambillah kitab mu dan carilah ilmu
Dari kisah ini kita bisa lihat bahwa, menuntut ilmu juga sebagai wasilah agar rizki di mudahkan bagi kita, sebagaimana juga yang di sabdakan oleh Rasulullah SAW bahwasanya Allah SWT akan menanggung dan menjamin rizqi para penuntut ilmu:
ان الله تكفل لطالب العلم برزقة
Artinya: sesunnguhnya Allah SWT menanggung bagi penuntut ilmu akan rizkinya
5. Nasihat Imam Zakaria Al-Anshori Kepada Imam Sya'rani
Suatu ketika imam Sya'rani mengalami sakit kepala yang beliau alami akbiat terlalu memporsir tenaga beliau dalam menghafal dan belajar ilmu, maka kabar yang demikian sampai kepada guru beliau yaitu Syaikh zakaria al-anshari, lalu beliau memerintahkan kepada imam sya'rani untuk belajar lagi dengan meniatkan hal itu sebagai obat, maka qodarullah imam sya'rani pun di berikan kesembuhan oleh Allah SWT.
Demikianlah kesungguhan para ulama terdahulu dalam menunut ilmu, semangat mereka tiada tara, kesungguhan mereka sangat luar biasa, dan keikhlasan mereka di dalamnya tiada banading
Semoga kita di berikan keberkahan dan bisa mengikuti ulama-ulama kita terdahulu sehingga kita masuk dalam golongan mereka amiin
والله أعلم بالصواب
Ditulis oleh: Firman Septiawan (Santri Daris)
Sumber : sebagian besar Kitab Fawaidul Mukhtaroh
Posting Komentar untuk "Anjuran Mencari Ilmu sebelum menjadi Pemimpin"