Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Catatan Kajian Di Masjid Baitul Ishlah ABR 3 November 2024

Berikut adalah rangkuman dari kajian rutin mingguan KH. Abdurrouf bin sirojuddin di Masjid Baitul Ishlah ABR Gresik Jawa Timur pada tanggal 3 November 2024



1. Diantara cara mensyukuri nikmat

Diantara nikmat dari Allah ﷻ yang harus disyukuri adalah nikmat istiqomah dalam amal agama. Nikmat ini hanya diberikan kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah ﷻ.

Diantara cara mensyukuri adalah dengan berbagi ilmu kepada orang lain. Yaitu berusaha agar orang lain juga menjadi baik. Di zaman ini dengan kecanggihan technology yang ada, kita sangat mudah berbagi ilmu, bisa melalui status, postingan, share dll. Dan itu bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Diantara tujuan mengaji adalah untuk memperbaiki diri sendiri. Kemudian jika orang lain salah, terutama terkait ibadah, maka kita mengingatkannya. Maka jika punya Ilmu jangan disimpan untuk diri sendiri, jangan bakhil dengan ilmu. Kita bisa berbagi dengan lisan kita, atau lewat media-media yang ada. Dan itu termasuk amalan jariyah.

Nabi ﷺ bersabda :
 
من سُئل عن علمٍ يعلمهُ فكتمهُ ألْجِمَ يومَ القيامةِ بِلِجَامٍ من نارٍ

Artinya:
“Barang siapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang ia mengetahuinya, kemudian ia menyembunyikannya maka pada hari kiamat ia akan dibelenggu dengan belenggu dari api” 
(HR Imam Abu Dawud 3658, Imam Tirmidzi 2649, Imam Ibnu Majah 266, Imam Ahmad 7571)

2. Wajib menekan 7 anggota tubuh ketika sujud

Salah satu rukun sholat adalah sujud. Saat sujud 7 tulang harus menempel, yaitu dahi, 2 telapak tangan, 2 ujung telapak kaki dan 2 lutut. Jari-jari kaki saat sujud harus ditekan. Jari-jari kaki tidak harus menempel semuanya, tapi pahalanya berbeda jika semuanya menempel.

3. Anggota Sujud yang boleh terbuka dan tidak boleh terbuka (tertutup)

Yang wajib terbuka saat sujud adalah dahi, tidak boleh tertutup rambut ataupun kopyah. Yang wajib ditutup saat sujud adalah lutut, karena termasuk aurat.

Yang boleh terbuka atau tertutup saat sujud, tapi lebih baik terbuka adalah telapak tangan (tidak pakai kaos tangan) dan kaki (tidak pakai kaos kaki).

Lutut atau tangan kah yang turun terlebih dahulu saat sujud?. Semuanya benar dan sah. Menurut mazhab imam Syafii, lutut turun duluan, kemudian tangan. Kecuali jika ada udzur.

4. Musibah adalah kabar gembira

Datangnya ujian, cobaan dan masalah adalah kabar gembira bagi orang-orang beriman. Allah ﷻ memberi ujian dan cobaan agar hambanya ingat kepada Allah ﷻ dan agar kita merasa sangat butuh kepada Allah ﷻ. Dan Allah ﷻ telah menyiapkan pahala yang sangat besar kepada orang yang mendapat ujian. Maka bersabar, tabah dan ingatlah kepada Allah ﷻ.

5. Diantara bukti cinta kepada Nabi ﷺ.

Sebagai bentuk cinta kita kepada Rasulullah ﷺ, kita harus rela berkorban dan menginfakkan harta kita di jalan Allah ﷻ. Harta adalah amanah, jika salah menggunakannya maka hisabnya akan bermasalah. Allah ﷻ berfirman :

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ﷻ, ikutilah aku, niscaya Allah ﷻ mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah ﷻ Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran ayat 31)

6. Kemiskinan yang sebenarnya

Miskin yang sebenarnya adalah hatinya cinta dunia. akan tetapi jika hatinya zuhud (tidak cinta dunia) maka dia adalah orang kaya yang sesungguhnya. Begitu juga sebaliknya, orang kaya tapi hatinya cinta dunia, maka dia hakekatnya adalah orang miskin. 
diantara keistimewaan orang miskin adalah Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

يدخُلُ الفُقَراءُ قبْلَ الأغنياءِ الجنَّةَ بخَمْسِمِئةِ عامٍ

“orang-orang fakir masuk kedalam surga 500 tahun sebelum orang kaya.” (HR.Thabrani)


7. Rukun qouli dalam sholat


Rukun qouli (rukun ucapan) dalam sholat adalah : Takbirotul ihrom, membaca Al-fatehah, tasyahud akhir, sholawat di tasyahud akhir dan salam yang pertama.

Membaca Al-fatehah adalah rukun, maka bacaannya harus benar, dari segi pengucapan makhroj huruf dan hukum tajwidnya. Kemudian harus dibaca hingga telinganya sendiri mendengarnya. Kecuali jika ada udzur, seperti ketika ada suara yang keras, sehingga telinga kita tidak bisa mendengarnya.


Pencatat / Perangkum : Ibnu Moh. Robi

و الله أعلم بالصواب

Posting Komentar untuk "Catatan Kajian Di Masjid Baitul Ishlah ABR 3 November 2024"