Anjuran Mengurangi Bicara
Salah satu anggota badan pada diri manusia yang memiliki peranan penting dalam menentukan keselamatan dan kesuksesannya manusia dalam kehidupan dunia maupun akhirat adalah lisannya, maka lisan ini sangat berdampak walupun bentuknya kecil, sebagaimana dikatakan oleh ulama:
اللسان جرمه صغير جرمه كبير
Artinya: Lisan itu bentuk nya kecil namun dampaknya sangat besar
Maka saking pentingnya menjaga pembicaraaan yang keluar dari lisan kita ini ada, beberapa fadilah ketika kita mempersedikit bicara:
1. Tanda Baiknya Agama Seseorang
Meninggalkan berbicara yang berlebihan adalah tanda baiknya agama seseorang, karena banyak berbicara adalah salah satu bentuk pekerjaan yang tidak ada manfaatnya bagi agama seseorang sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
من حسن اسلام المرء تركه مالا يعنيه
Artinya:
Diantara baiknya agama seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya
2. Menyelamatkan diri dengan cara diam
sayyidana Luqmanul hakim pernah menasihati anaknya bahwa diam itu adalah pilihat terbaik untuk menyelamatkan dirinya dan agamanya :
يا بني، مانَدِمْتُ على الصَّمْتِ قطّ، فإن الكلام إذا كان من فضة كان السكوت من ذهب
Artinya:
Wahai anakku aku tidak pernah menyesal karena diamku, karena sesungguhnya jika berbicara itu aadalah perak maka diam itu adalah emas
Dari perkataan Sayyidina Luqman ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa orang itu tidak akan menyesal karena diamnya, namun banyak orang yang menyesal karena terlalu banyak berbicara, banyak orang yang selamat karena diamnya dan banyak orang yang tidak selamat karena tidak bisa diam. maka seyogyanya bagi kita agar mempersedikit bicara untuk menyelamatkan diri dan agama kita
3. Kisah Orang-orang Soleh mempersedikit bicara
Dalam kitab fawaidul Mukhtaroh Kita bisa mengambil contoh dari beberapa kisah orang-orang soleh yang berjuang agar mempersedikit bicara, diantaranya adalah:
Sahabat Abu bakar Assiddiq bahwa beliau menaruh batu di mulut beliau agar mempersedikit berbicara, dan hal demikian beliau kerjakan selama setahun.
Para ulama terdahulu tidak berbicara kecuali sudah memperbaiki niatnya ketika hendak bicara, dan ketika sudah memperbaiki niatnya, maka mereka meninggalkan bicara karena mereka mengetahui bahwa setiap ucapan yang diucapkan akan di hisab besok hari kiamat.
Imam Syafi'i ketika ditanya tentang suatu permasalahan maka beliau diam, lalu beliau di tanya, mengapa engkau diam wahai imam ? Maka beliau menjawab: aku akan berbicara sampai aku mengetahui apakh menjawab lebih bermanfaat atau tidak menjawab lebih bermanfaat.
Imam Hasan bin Sinan pernah suatu ketika berbicara pembicaraan yang sia-sia, tidak ada manfaat nya maka beliau menghukum dirinya dengan berpuasa sealama setahun akibat berbicara yang sia-sia
Seorang sholeh pernah lewat pada suatu rumah lalu dia melihat dirumah itu ada suatu kamar, lalu bertanya pada dirinya sendiri "kamar ini kapan ya dibangun ? Sudah lama atau baru" . Lalu dia tersadar dan mencela dirinya sendiri dengan mengatakan "emang apa urusan mu mengatakan ini kapan dibangun, apakah baru atau tidak" sungguh engkau telah mengatakan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, maka aku akan mendidikmu dengan puasa selama setahun, engku akan terus puasa kecali pada hari-hari yang diharamkan oleh syariat, lalu engkau akan melaksanakan shalat malam setiap malam nya selama setahun dan shalat subuh dengan wudhu isya.
Demikianlah kita bisa melihat perjuangan orang-orang terdahulu untuk menjaga lisanya dari berbicara yang tidak ada manfaatnya, maka jika berbicara yang tidak ada manfaatnya aja dijaga sama mereka apalagi berbicara hal-hal yang diharamkan oleh syariat. Sungguh mereka adalah suri tauladan yang harus kita ikuti untuk kesalamatan kita dunia dan akhirat
والله أعلم بالصواب
Penulis: Firman Septiawan (santri daris)
Posting Komentar untuk "Anjuran Mengurangi Bicara"