Catatan Kajian Ba'da Magrib Di Masjid Al Ishlah GBA 20 Desember 2024
1. Pentingnya ilmu sebelum amal
Rasulullah ﷺ bersabda :
رَكْعَةٌ من عالِمٍ باللهِ خيرٌ من أَلْفِ رَكْعَةٍ من مُتَجَاهِلٍ باللهِ
“Satu rakaat yang dikerjakan oleh seorang yang berilmu itu lebih utama daripada 1000 rakaat yang dikerjakan oleh orang yang tidak berilmu.”
Karena dengan ilmu, insya Allah rukunnya, syaratnya dan semua perkara yang berkaitan dengan sholat akan sempurna. Begitu pula untuk ibadah lain seperti puasa, membaca Al-qur’an dll.
Intinya bukan banyaknya ibadah, tapi bagaimana ibadah itu dilakukan sesuai dengan syarat dan rukunnya.
Sebelum beribadah kita harus tahu dulu ilmunya. Agar ibadah kita tidak sia-sia dan ditolak oleh Allah ﷻ. Sebagaimana kisah seseorang yang puluhan tahun shalat, tapi tidak diterima oleh Allah ﷻ dikarenakan dia memakai kalung dari bangkai hewan. Hingga bertahun-tahun sholatnya tidak sah.
2. Meembasuh Muka di dalam wudhu
Anggota wudhu yang wajib dibasuh ada 4, yaitu muka, tangan, rambut kepala, dan kaki.
Batasan Wajah yang wajib dibasuh dari atas kebawah adalah dari tempat tumbuhnya rambut sampai di bawah dagu. Dan lebarnya dari anak telinga kanan sampai anak telinga kiri. Dan sunahnya kedua telinga kanan dan kiri juga ikut diusap.
3. Jagalah telinga dan mata kita
Selain mata, telinga adalah termasuk pintu hati. Bersih dan kotornya hati tergantung dari apa yang dilihat dan apa yang didengar. Jikalau mata dan telinga kita dipakai untuk melihat dan mendengar hal-hal yang baik, maka insya Allah hati kita juga akan baik. Begitu pula sebaliknya.
Jika ada seseorang yang sejak lahir mata dan telinganya tidak berfungsi, maka tidak ada kewajiban syariat agama baginya.
Kewajiban kita semua adalah menjaga mata dan telinga agar tetap bersih seperti pertama kali lahir ke dunia. Dan kelak kembali kepada Allah ﷻ dalam kondisi bersih dari dosa. Nabi ﷺ bersabda:
كلُّكم راعٍ وَكلُّكم مسئولٌ عن رعيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah seorang pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya." (HR. Imam Tirmidzi 1705)
4. Amalan pembersih dari dosa
Agar kita bersih dari dosa-dosa, ada beberapa amalan yang harus kita kerjakan, diantaranya :
a) Sholat dhuha. Nabi ﷺ bersabda :
مَنْ حَافَظَ عَلَى شفعة الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
“Barangsiapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah ﷺ, walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi 476)
b) Shalat awwabin. Nabi ﷺ bersabda :
مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ ، لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ ، عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً
"Barangsiapa yang melakukan shalat setelah Maghrib sebanyak enam rakaat, dan tidak berbicara yang buruk di antara rakaat-rakaat tersebut, maka shalatnya itu akan dihitung sebagai ibadah selama dua belas tahun." (HR. Imam Tirmidzi 435, Imam Ibnu Majah 1374.)
c) Membaca do’a masuk pasar. Ketika masuk pasar membaca
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Fadilahnya mendapat 1 juta kebaikan, 1 juta derajat dan 1 juta dosa dihapuskan.
5. Ketika telinga bermaksiat
Termasuk maksiat telinga adalah mendengarkan ghibah, meskipun tidak ikut berbicara. Kemudian mendengarkan hal-hal yang dilarang oleh agama. Contohnya adalah lagu-lagu yang berisi perkara haram, terlebih lagi jika menimbulkan syahwat.
Termasuk juga mendengarkan Tilawah Al-Qur’an dan Qashidah dari perempuan. Maka berhati-hatilah, karena sekarang kita sangat mudah terjerumus ke dalam maksiat telinga.
6. Telinga yang ta’at
Banyak ketaatan yang bisa kita lakukan dengan telinga, diantaranya :
a) Mendengarkan adzan. Ketika adzan dilantunkan semua aktivitas dihentikan. Termasuk membaca Al-qur’an, berdzikir dan pengajian majelis taklim. Ketahuilah khusuknya kita ketika shalat tergantung khusyuknya kita ketika mendengarkan adzan.
Fadilahnya kalau kita mendengarkan adzan dan menjawabnya, maka bagi laki-laki setiap huruf mendapat 2 juta kebaikan dan untuk perempuan 1 juta kebaikan.
b) Mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Orang yang mendengarkan pahalanya sama dengan orang yang membaca. Sebagaimana sabda Nabi :ﷺ
الْمُسْتَمِعُ شَرِيْكُ الْقَائِلُ
"Orang yang mendengarkan seperti yang berbicara.”
c) Mendengarkan hal-hal yang baik dalam syariat seperti dzikir, ceramah agama dan hal-hal yang diridhoi Allah ﷻ.
Kelak di akhirat telinga yang berkah bisa mendengarkan suara indahnya Nabi Daud Alaihis Salam ketika membaca kitab Zabur. Kemudian mendengarkan suara Rasulullah ﷺ ketika membaca Al-qur’an.
Dan mendengarkan langsung suara Allah ﷻ dan melihat dzatnya Allah ﷻ. Tetapi tidak bisa digambarkan oleh manusia bagaimana mendengar dan melihat dzatnya Allah ﷻ. Sebagaimana dalam ayat Al-qur’an :
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ ٢٢
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri (22)
اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌۚ ٢٣
(karena) memandang Tuhannya.(23)
7. Ibadah harus didasari dengan ilmu
Salah satu kunci untuk membuka ilmu adalah dengan bertanya. Suatu ketidaktahuan atau kebodohan ada yang dimaafkan dan ada yang tidak dimaafkan.
Diantara kebodohan yang dimaafkan adalah:
a) orang yang baru masuk Islam, mualaf
b) orang yang hidup di pelosok, sehingga jauh dari ulama
Selain yang dua ini tidak termasuk udzur.
Dari sini kita belajar tentang pentingnya mencari ilmu, pentingnya bertanya kepada ulama.
8. Orang yang lupa
Lupa dihukumi udzur, begitu juga kalau dipaksa. Misalnya ada orang lupa sedang berpuasa, kemudian makan dan minum, maka itu termasuk udzur karena lupa. Dan itu adalah rezeki dari Allah ﷻ.
Contoh yang lain, seseorang selesai jadi imam shalat jamaah. Kemudian dia baru ingat kalau dia belum berwudhu. Maka jamaahnya tetap sah, dan imam tidak perlu mengumumkan. Hanya saja imam harus mengulangi shalatny
و الله أعلم بالصواب
Perangkum : Bapak Rudy Tcandra (Sekretaris Majelis Alya')
Catatan Kajian rutin Ba'da Magrib Di Masjid Al Ishlah GBA 20 Desember 2024 Bersama KH. Abdurrouf Sirojuddin Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ilmi Wasuluk dan Pengasuh Majelis Alya'
Posting Komentar untuk "Catatan Kajian Ba'da Magrib Di Masjid Al Ishlah GBA 20 Desember 2024"